Amblas ke Sungai, Jalan Provinsi Rengat Tembilahan Hampir 'Menjelang Ajal' 

Jumat, 22 September 2017 | 05:32:09 WIB
Jalan Amblas di Pulau Jambu yang menghubungkan Kota Rengat Inhu dan Tembilahan Indragiri Hilir.

KUALA CENAKU (RIAUSKY.COM)- Akibat abrasi atau pengikisan pinggiran sungai Indragiri, lebih separuh badan jalan Desa Pulau Jumat Kecamatan Kuala Cenaku telah amblas kedalam sungai dan sekarang ini jalan terancam putus karena abrasi terus terjadi, sebab sampai sekarang jalan itu tak kunjung diperbaiki. 

“Jalan itu amblas sekitar 6 atau 7 tahun lalu, ketika itu debit air sungai Indragiri bertambah karena musim hujan,” Imel (37) , warga Desa Pulau Jumat ketika ditemui dikediamannya, Selasa (19/9/2017). 

Lebih jelas dikatakan, kondisi kerusakan akibat abrasi tersebut cukup memprihatinkan, sebab sebagian badan jalan telah amblas ke dalam sungai, sehingga jalan yang tersisa hanya sekitar 1 meter saja, itupun jika ada kendaraan roda empat yang lewat, maka harus turun kebahu jalan dan perkarangan rumah warga disekitar lokasi jalan yang amblas. 

Diperkirakan, panjang badan jalan yang sudah amblas ke sungai mencapai sekitar 25-30 meter dengan lebar rata-rata 3-4 meter, akibatnya, lebih dari separuh badan jalan dilokasi tersebut telah ambruk. 

Disebutkannya, jalan Desa Pulau Jumat merupakan satu-satunya sarana perhubung darat antara Desa Pulau Jumat serta sejumlah dusun lainnya dengan ibu kota Kecamatan Kuala Cenaku atau jalan raya Rengat – Tembilahan, jalan yang memiliki panjang lebih kurang 5 Km itu, selain terancam putus, juga mengalami kerusakan parah, meski belum lama diaspal, namun lobang-lobang besar bisa ditemukan sepanjang jalan. 

Padahal, kata warga seperti dilansiur dari info Inhu, jalan itu sangat dibutuhkan masyarakat Pulau Jumat dan sekitar untuk melaksanakan aktivitas sehari-hari, misalnya memasarkan hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi mata pencaharian mayoritas masyarakat Pulau Jumat.
 
Hal serupa juga dikeluhkan warga lain Atan (48), sejak jalan mulai putus, dia dan petani lainnya kesulitan untuk memasarkan padi hasil penen, sebab sebelum jalan putus, truk atau kendaraan roda empat lainnya bisa masuk ke Desa Pulau Jumat, tapi sejak jalan putus, kendaraan roda empat atau lebih tidak bisa masuk, akibatnya, terpaksa masyarakat mengangkut hasil penan padi atau palawija menggunakan sepeda motor dan harus bolak balik karena kemampuan sepeda motor terbatas. 

Dari pantauan riausky.com beberapa waktu lalu, kondisi kerusakan jalan di wilayah tersebut sudah cukup parah. Setidaknya ada dua titik yang longsorannya parah dan berisiko bagi pengguna jalan untuk terjun ke sungai bila tak berhati-hati.

''Soalnya disini kadang jalannya berdebu dan kalau malau mobil suka ngebut. Kalau tak tahu lokasi, mereka bisa amblas ke sungai juga,'' kata Dondi, salah seorang warga Indragiri Hilir.

Pihaknya berharap pemerintah Provinsi Riau segera turun melakukan perbaikan. Karena ini ruas lintas antar dua kabupaten, Inhu dan Inhil. Akses publik dari dan ke kedua wilayah itu cukup tinggi bahkan hingga tengah malam. 

Truk-truk berukuran besar bertonasi besar juga banyak melintas dan berpotensi besar menyebabkan jalan amblas karena pondasinya di sungai sudah tak kuat lagi.(R07/iih)

Terkini